Rabu, 26 Agustus 2015

CARA BERSYUKUR

BERSYUKUR KEPADA ALLAH


At Tauhid edisi VI/45
Oleh: Yulian Purnama
Syukur secara bahasa,
“Syukur adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut” (Lihat Ash Shahhah Fil Lughah karya Al Jauhari). Atau dalam bahasa Indonesia, bersyukur adalah berterima kasih.
Sedangkan istilah syukur dalam agama, adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Ibnul Qayyim:
“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244)
Lawan dari syukur adalah kufur nikmat, yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah Ta’ala. Semisal Qarun yang berkata:
“Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki” (QS. Al Qashash: 28)

gambarku

Contoh gambar modelingnya bisa monggo di donlot ing mriki

TIPS DAN TRIK

TIP & TRIK AUTOCAD

Ilmu Sipil Dasar

Dasar


DASAR-DASAR BANGUNAN
Ilmu bangunan adalah ilmu yang digunakan untuk perencanaan, pelaksanaan, dan perbaikan bangunan.

Syarat dalam perencanaan bangunan diantaranya:
-Bangunan harus dibuat sesuai dengan fungsinya
-Memperhatikan aspek struktural
-Memperhatikan aspek arsitektoris
-Memperhatikan aspek ekonomis

Jenis Bangunan
Bangunan teknik sipil kering (Bangunan gedung dan bangunan transportasi) : Rumah tinggal, Perkantoran, Mall, Jalan Raya, Bandara


Bangunan teknik sipil basah (Hidro) : Bendungan, Saluran irigasi, Pelabuhan, Jembatan.
Jenis Bangunan Gedung
-Rumah tinggal
-Kantor/perkantoran
-Toko/pertokoan
-Industri/pabrik
-Rekreasi
-Ibadah
-Sekolah
Sosial
-Singgah penumpang


Bagian-Bagian Bangunan Gedung
Bangunan bawah

Bagian bangunan yang letaknya di bawah lantai : pondasi. Bangunan bawah berfungsi untuk menahan seluruh berat bangunan yang ada di atasnya, kemudian meneruskannya ke tanah.
Bangunan atas
Bagian bangunan yang letaknya di atas lantai : tembok, kolom, pintu, jendela, ring balk, atap.

Skema Bangunan Sederhana
Bahan Bangunan
Kayu: Pembuatan kusen, pintu, rangka atap dll
Tanah: Pembuatan bata, genteng
Beton: Campuran dari pasir, kerikil, semen untuk pembuatan kolom, balok, ring balk dll
Besi: Penulangan pada beton bertulang
Baja: Pembuatan kolom, balok, rangka atap
Batu: fondasi, dinding.
Alumunium: Pembuatan kusen
 

Untuk dapat merencanakan bangunan dengan baik, kita harus dapat mengenal sifat dari masing-masing bahan yang akan kita gunakan. Sebagai contoh, bahan yang dipakai untuk perencanaan rangka atap.
Perencanaan Denah Bangunan Gedung
 

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan denah
  • Fungsi bangunan
  • Luas lahan yang tersedia
  • Tata letak ruangan
  • Luas masing-masing ruangan
  • Anggaran yang tersedia
  • Peraturan penggambaran
  • Skala 1 : 100
  • Ukuran rapido
  • Garis tepi : 0.5
  • Denah : 0.2
  • Keterangan/Text : 0.3
  • Simbol
  • Tembok 1/2 bata (tebal 1,5 mm) 
  • Pintu (kusen 6 mm)
  • Jendela
  • Bouven light
  • Kolom (ukuran 15 X 15 )
Pedoman & Peraturan Bangunan Gedung
Peraturan Bangunan Nasional
Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung
Pedoman Perencanaan Bangunan Tahan Gempa
Standar Arsitektur di Bidang Perumahan
Peraturan Beton, Baja, Kayu.
Dsb.




Pengertian Teknik Sipil 

Apa yang anda ketahui mengenai teknik sipil?
jika anda tidak mengetahui apa itu teknik sipil, berikut informasi mengenai teknik sipil.

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk keselamatan hidup manusia.

Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa merubah sebuah hutan menjadi kota besar.


Cabang-cabang ilmu teknik sipil

* Struktural: Cabang yang mempelajari masalah struktural dari materi yang digunakan untuk pembangunan. Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.

* Geoteknik: Cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah dan diperkuat dengan penyelidikan laboratorium.

* Manajemen Konstruksi: Cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan pekerjaan, pengembalian modal, biaya proyek, semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.

* Hidrologi: Cabang yang mempelajari air, distribusi, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, dam, irigasi, waduk/bendungan, kanal.

* Teknik Lingkungan: Cabang yang mempelajari permasalahan-permasalahan dan isu lingkungan. Mencakup bidang ini antara lain penyediaan sarana dan prasarana air besih, pengelolaan limbah dan air kotor, pencemaran sungai, polusi suara dan udara hingga teknik penyehatan.

* Transportasi: Cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.

* Informatika Teknik Sipil: Cabang baru yang mempelajari penerapan Komputer untuk perhitungan/pemodelan sebuah sistem dalam proyek Pembangunan atau Penelitian. Mencakup bidang ini antara lain dicontohkan berupa pemodelan Struktur Bangunan (Struktural dari Materi atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic information system).

Keluasan cabang dari teknik sipil ini membuatnya sangat fleksibel di dalam dunia kerja. Profesi yang didapat dari seorang ahli bidang ini antara lain: perancangan/pelaksana pembangunan/pemeliharaan prasarana jalan, jembatan, terowongan, gedung, bandar udara, lalu lintas (darat, laut, udara), sistem jaringan kanal, drainase, irigasi, perumahan, gedung, minimalisasi kerugian gempa, perlindungan lingkungan, penyediaan air bersih, konsep finansial dari proyek, manajemen projek dsb. Semua aspek kehidupan tercangkup dalam muatan ilmu teknik sipil.
 
Perbedaan dari arsitek, terletak pada posisi ahli teknik sipil dalam sebuah proyek. Arsitek menyumbangkan rancangan, ide, kemungkinan pelaksanaan pembangunan di atas kertas. Hasil rancangan tersebut diserahkan selanjutnya kepada staf ahli bidang teknik sipil untuk pelaksanaan pembangunan. Tahapan ini, ahli teknik sipil melakukan perbaikan/saran dari pelaksanaan perencanaan, koordinasi dalam proyek, mengamati jalannya proyek agar sesuai dengan perencanaan. Selain itu, ahli teknik sipil juga membangun konsep finansial dan manajemen proyek atas hal-hal yang mempengaruhi jalannya proyek.

Ahli teknik sipil tidak hanya berurusan dengan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi di bidang lain seperti yang berkaitan dengan informatika, memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan program CAD, pemodelan kerusakan akibat gempa, banjir. Hal ini sangat penting di negara maju sebagai tolak ukur kelayakan pembangunan sebuah bangunan vital yang mempunyai resiko dapat menelan korban banyak manusia seperti reaktor nuklir atau bendungan, jika terjadi kegagalan perencanaan teknis. Rancangan bangunan tersebut biasanya dimodelkan dalam komputer dengan diberikan faktor-faktor ancaman bangunan tersebut seperti gempa dan keruntuhan struktur material. Peran ahli teknik sipil juga masih berlaku walaupun fase pembangunan sebuah gedung telah selesai, seperti terletak pada pemeliharaan fasilitas gedung tersebut.

Dasar-dasar Bangunan



BAB I
DASAR-DASAR BANGUNAN

A.       Pengertian Ilmu Bangunan
Ilmu bangunan/Ilmu teknik sipil adalah ilmu yang digunakan untuk perencanaan, pelaksanaan, dan perbaikan bangunan.
Syarat dalam perencanaan bangunan diantaranya:
1.          Bangunan harus dibuat sesuai dengan fungsinya
Luas bangunan, denah, dan tata ruang harus diperhatikan sesuai dengan kegunaan bangunan.
2.          Memperhatikan aspek struktural
Dimensi dari bagian-bagian bangunan harus direncanakan sesuai dengan aturan perencanaan agar memiliki kekuatan yang aman.
3.          Memperhatikan aspek arsitektoris
Selain kekuatan, keindahan bangunan yang meliputi denah, tampak, tata ruang, dan ornamen-ornamen harus diperhatikan.
4.          Memperhatikan aspek ekonomis
Rencana anggaran biaya dibuat seminimal mungkin tanpa harus mengabaikan syarat-syarat yang lain.

B.       Jenis Bangunan
Secara garis besar, bangunan dlm teknik sipil dibedakan menjadi 2:
1.         Bangunan teknik sipil kering (Bangunan gedung dan bangunan transportasi) : Rumah tinggal, Perkantoran, Mall, Jalan Raya, Bandara
2.         Bangunan teknik sipil basah (Hidro) : Bendungan, Saluran irigasi, Pelabuahan, Jembatan.

C.       Bagian-Bagian Bangunan Gedung
Menurut susunannya, pembagian bangunan khususnya bangunan gedung dibagi menjadi 2 yaitu:
1.          Bangunan bawah
Bagian bangunan yang letaknya di bawah lantai : pondasi
Bangunan bawah berfungsi untuk menahan seluruh berat bangunan yang ada di atasnya, kemudian meneruskannya ke tanah.
Bangunan bawah harus kuat, tidak mudah bergerak dan stabil.
Untuk bangunan sederhana (1 lantai), kedalaman pondasi harus  > 80 cm, dengan tujuan untuk mencapai kedalaman tanah keras, dan agar suhunya stabil.
Sedangkan untuk bangunan > 1 lantai, perencanaan pondasi harus diperhitungkan dengan ilmu pondasi.

2.          Bangunan atas
Bagian bangunan yang letaknya di atas lantai : tembok, kolom, pintu, jendela, ring balk, atap



 







Gambar 1.1 Skema Bangunan Sederhana
D.       Bahan Bangunan
      Bahan yang digunakan untuk pembuatan bangunan terdiri dari:
1.          Kayu         :    Pembuatan kusen, pintu, rangka atap dll
2.          Tanah       :    Pembuatan bata, genteng
3.          Beton        :    Campuran dari pasir, kerikil, semen untuk pembuatan kolom, balok, ring balk dll
4.          Besi          :    Penulangan pada beton bertulang
5.          Baja          :    Pembuatan kolom, balok, rangka atap
6.          Alumunium   :   Pembuatan kusen
Untuk dapat merencanakan bangunan dengan baik, kita harus dapat mengenal sifat dari masing-masing bahan yang akan kita gunakan.
 Sebagai contoh, bahan yang dipakai untuk perencanaan rangka atap (baja atau kayu) harus mempertimbangkan kekurangan &kekurangannya sebagai berikut:
Kelebihan
Kekurangan
Kayu:
Ø Berat jenisnya ringan sehingga mudah dalam pemasangan
Ø Memiliki ketahanan terhadap api yang cukup tinggi
Ø Untuk jenis kualitas tertentu sangat awet

Baja:
Ø Panjang baja dapat dibuat sesuai keinginan
Ø Kekuatan baja dapat direncana berdasarkan dimensinya
Kayu:
Ø  Memiliki panjang terbatas
Ø  Kekuatannya lebih kecil daripada baja



Baja:
Ø Berat jenisnya besar
Ø Cepat leleh bila terbakar
Ø Harus diadakan perawatan yang teratur

E.       PERENCANAAN DENAH BANGUNAN GEDUNG
1.     Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan denah
Ø   Fungsi bangunan
Ø   Luas lahan yang tersedia
Ø   Tata letak ruangan
Ø   Luas masing-masing ruangan
Ø   Anggaran yang tersedia
2.     Peraturan penggambaran
Ø   Skala 1 : 100
Ø   Ukuran rapido
Garis tepi dan normalisasi  :    0.5
Denah                                  :    0.2
Keterangan/Text                 :    0.3
Ø   Simbol
Tembok 1/2 bata                                     (tebal 1,5 mm)

Pintu                                                        (kusen 6 mm)

         Jendela

           Bouven light

           Kolom                                                     (ukuran 15 x 15)
          
          

KONSTRUKSI BANGUNAN

MACAM - MACAM PONDASI



1. Pondasi telapak (untuk Rumah Panggung) 
Pondasi telapak merupakan jenis pondasi sederhana yang telah digunakan oleh masyarakat indonesia sejak zaman dulu. Pondasi ini terbuat dari beton tanpa tulang yang dicetak membentuk limas segi empat seperti pada gambar disamping. Sistem kerja pondasi ini menerapkan sistem tanam. Jadi pondasi telapak ini menahan kolom yang tertanam di dalamnya sehingga tidak masuk dalam tanah. Seperti halnya ketika kita menggunakan sebuah ganjalan yang pipih atau ganjalan yang lebih lebar untuk standar motor ketika di tempatkan pada tanah yang lembek.  

2. Pondasi Rollag Bata (untuk Penahan lantai) 
Rollag bata merupakan pondasi sederhana yang fungsinya bukan menyalurkan beban bangunan, melainkan untuk menyeimbangkan posisi lantai agar tidak terjadi amblas pada ujung lantai. Pondasi ini biasanya digunakan untuk membuat teras rumah, fungsinya hampir sama dengan sloof gantung namun rollag bata tidak sekuat sloof gantung dan tidak semahal sloof gantung.  

3. Pondasi Batu Kali (untuk Bangunan Sederhana 1-2 lantai) 
Pondasi batu kali merupakan pondasi penahan dinding yang digunakan pada bangunan sederhana. Pondasi ini terdiri dari batu kali dan perekat yang berupa campuran pasir dan semen. Biasanya campuran agregat untuk merekatkan batu kali ini menggunakan perbangingan 1 : 3 karena batu kali akan selalu menerima rembesan air yang berasal dari tanah. Sehingga membutuhkan campuran yang lebih kuat menahan rembesan.  

4. Pondasi Batu Bata (untuk Bangunan Sederhana) 
Seperti halnya pondasi Batu Kali, pondasi batu bata memiliki fungsi sama. Namun yang membedakan keduanya hanyalah bahan yang digunakan serta kondisi alam di daerah sekitarnya. Dikarenakan batu-bata merupakan bahan yang rentan terhadap air, maka pemasangan harus lebih maksimal artinya bata yang dipasang harus dapat terselimuti dengan baik.
  
5. Pondasi Tapak atau Ceker Ayam (untuk Bangunan bertingkat 2-3 Lantai) 
Pondasi tapak merupakan pondasi yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia ketika mendirikan sebuah bangunan. Terutama bangunan bertingkat serta bangunan yang berdiri di atas tanah lembek. Pondasi tapak di temukan oleh Alm Prof Ir Sediyatmo tsb, dan dikembangkan oleh Prof Ir Bambang Suhendro, Dr harry Christady dan Ir Maryadi Darmokumoro, yang dikenal dengan Sistim Cakar Ayam Modifikasi (CAM). Modifikasi yang dilakukan adalah : penggantian pipa beton menjadi pipa baja tipis tebal 1.4 mm, perhitungan dalam 3 Dimensi dan penambahan "koperan" pada tepi slab. Sistim CAM tsb telah di uji skala penuh oleh Puslitbang Jalan dan Jembatan di ruas jalan Pantura Indramyu-Pemanukan (2007) dan digunakan di Jalan Tol seksi 4 Makasar (2008).  

6. Pondasi Sumuran (untuk Bangunan Bertingkat) 
Pondasi sumuran memiliki fungsi sama dengan pondasi footplat. Pondasi sumuran merupakan pondasi yang berupa campuran agregat kasar yang dimasukan kedalam lubang yang berbentuk seperti sumur dengan besi-besi di dalamnya. Pondasi ini biasanya digunakan pada tanah yang labil dan memiliki sigma 1,50 kg/cm2. Pondasi sumuran juga dapat digunakan untuk bangunan beralantai banyak seperti medium rise yang terdiri dari 3-4 lantai dengan syarat keadaan tanah relatif keras.  

7. Pondasi Bored Pile atau Strauss pile (untuk Bangunan Bertingkat) 
Pondasi Bored pile digunakan untuk banguna berlantai banyak seperti rumah susun yang memiliki lantai 4-8 lantai. Pondasi ini berbentuk seperti paku yang kemudian di tancapkan kedalam tanah dengan menggunakan alat berat seperti kren. 

8. Pondasi Tiang Pancang atau Paku Bumi (untuk bangunan bertingkat) 
Pondasi tiang pancang ini merupakan pondasi yang banyak digunakan untuk pembangunan gedung berlantai banyak seperti Apartment, Kondominium, Rent Office dan sebagainya. Pondasi ini hampir sama dengan pondasi bored pile. Namun pondasi tiang pancang memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan pondasi bored pil.

Latihan Soal Simkomdig Semester 2

Soalnya ada di sini nih.....